Jumat, 26 Juli 2013

Hutan Mangrove Halmahera Timur Kian Susut

Ilustrasi : Hutan Bakau yang kian menipis
Ternate  - Hutan mangrove (bakau) di kawasan Manitinting, Kabupaten Halmahera Timur, semakin menyusut akibat alih fungsi menjadi tempat penampungan tambang nikel.

"Kawasan hutan bakau yang berada di sepanjang kawasan Manitinting berada dalam ancaman serius. Hal ini dipicu oleh tingginya praktik alih fungsi hutan berimplikasi menurunnya tingkat reproduksi biota laut," kata salah seorang pemerhati kehutanan, Muhammad Syarif, di Ternate, Selasa (23/07-2013)

Menurut Syarif, kawasan hutan bakau itu menyusut signifikan karena dialihfungikan menjadi tempat penampungan hasil nikel atau stock fail oleh PT Alngit Raya.

Alih fungsi hutan berimplikasi pada hilangnya biota laut yang menjadi sumber penghidupan warga setempat.

Sementara perwakilan manajemen PT Alngit Raya, Erwin, dikonfirmasi di tempat terpisah mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah dan DPRD Halmahera Timur mengenai pemanfaatan hutan mangrove tersebut. 

"Kita sebelumnya suda berkoordinasi dengan Pemda dan DPRD Kabupaten Haltim, dan mereka menyetujui itu, jadi menurut kami itu tidak ada masalah," ujarnya.

Pemkab Halmahera Timur juga telah memasang larangan penebangan pohon bakau yang biasanya dilakukan oleh warga setempat.

Sumber : antaranews.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar