Wednesday, April 17, 2013

Agam Inong Promosikan Pariwisata Banda Aceh


SERAMBI/BUDI FATRIA
Ilustrasi: Wisatawan asal Rusia berwisata di Monumen Tsunami PLTD 
Apung di Gampong Punge Blang Cut, Banda Aceh, Selasa (25/12/2012). 
Menjelang peringatan 8 tahun bencana gempa dan tsunami, sejumlah 
objek wisata tsunami di Banda Aceh dipenuhi wisatawan lokal maupun 
mancanegara.
BANDA ACEH - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh menggelar pemilihan duta wisata atau penobatan "Agam Inong" 2013. "Pemilihan ’Agam Inong’ duta wisata Kota Banda Aceh merupakan agenda tahunan pemerintah dan ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banda Aceh, Reza Pahlevi di Banda Aceh, Selasa (16/4/2013).

Dijelaskan, kegiatan itu merupakan kesempatan bagi generasi muda untuk ikut serta dalam melestarikan dan meningkatkan kepedulian di sektor budaya dan wisata. "Yang tidak kalah pentingnya kegiatan ini juga merupakan upaya tokoh muda untuk ikut mengembangkan sektor pariwisata guna kemajuan sekaligus ajang mempromosikan Kota Banda Aceh," katanya.

Panitia juga menyediakan total hadiah Rp 25 juta ditambah tropi bagi pemenang pemilihan duta wisata "Agam Inong" 2013 Kota Banda Aceh.

Para peserta juga diharuskan untuk mengikuti pertemuan teknis  pada  23 April 2013 di Banda Aceh. Audisi tersebut dijadwalkan pada  24-25 April 2013. "Untuk malam penobatan ’Agam Inong’ duta wisata Kota Banda Aceh 2013 akan diadakan pada 26 April 2013. Kemungkinan  dibuka langsung oleh Wali kota Banda Aceh Mawardy Nurdin," kata Reza.

Menurut Reza, Pemkot Banda Aceh terus berupaya menjadikan wilayah ini sebagai salah satu daerah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan termasuk turis asing. "Banyak obyek wisata menarik di Kota Banda Aceh seperti situs tsunami, sejarah dan religi. Itu semua menjadi modal kita untuk menarik minat kunjungan wisatawan dalam upaya meningkatkan PAD," katanya.

Namun tekad Pemkot mewujudkan Banda Aceh sebagai kota wisata itu tidak menafikan nilai-nilai Islami. "Artinya kemajuan sektor pariwisata yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariah di Kota Banda Aceh," tambah Reza.

Sumber : travel.kompas.com

No comments:

Post a Comment