Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Thursday, May 8, 2014

Seha, Harmoni Alam Kalbar

KOMPAS/EMANUEL EDI SAPUTRA
Masyarakat di daerah Gunung Seha, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, sedang melaksanakan acara menangkap ikan yang disebut Nyamah dan Ngakap beberapa waktu lalu. Acara tradisional itu digelar dalam rangka promosi pariwisata daerah Gunung Seha oleh Pemerintah Kabupaten Landak.
KALIMANTAN, termasuk Kalimantan Barat, dikenal dengan keindahan alamnya. Provinsi seluas 1,13 kali Pulau Jawa itu memiliki beragam pesona wisata, salah satunya wisata alam Seha di Dusun Asong Palan, Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak.

Kawasan wisata alam Seha seluas sekitar 30.000 hektar. Sebelum tahun 2000, Seha lebih dikenal sebagai lokasi yang angker karena sering menjadi tempat penemuan mayat korban pembunuhan. Kawasan itu juga dipercaya dihuni makhluk halus meski pemandangan hutannya hijau dan rimbun.

Friday, November 29, 2013

Rumah Dome ("Teletubbies") Desa Wisata Sleman

Rumah Dome, rumah berbentuk kubah yang dikenal juga dengan rumah
teletubbies yang terdapat di dusun Ngelepen Prambanan, Sleman.  Kini
dijadikan tujuan wisata alternatif di Yogyakarta.
Yogyakarta : Ketika Anda mengunjungi Kota Yogyakarta, jangan lupa untuk menyempatkan diri mampir ke Dusun Nglepen, Prambanan, Sleman. Di sana Anda akan disuguhi oleh pemandangan yang unik, yaitu suatu perumahan yang berisi rumah-rumah Dome. Rumah Dome merupakan tempat tinggal yang berbentuk bulat seperti kubah.

Pembangunan Rumah Dome ini merupakan solusi dari terjadinya gempa di Yogayakarta pada 2006 silam yang meluluhlantakan Yogyakarta dan sekitarnya. Terdapat salah satu daerah yang mengalami rusak total akibat dari gempa bumi tersebut, yaitu Dusun Sengir. Tanah pada Dusun Sengir tersebut ambles dan menghancurkan rumah-rumah warga.

Saturday, June 1, 2013

Wakatobi Tuan Rumah Indonesia Youth Forum 2014

Wakatobi
Wakatobi
BANDUNG -- Perhelatan Indonesia Youth Forum (IYF) 2013 yang dilaksanakan 23 – 26 Mei 2013 telah berakhir. Tahun depan, penyelenggaraan akan diadakan di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Acara penutupan IYF 2013 dilakukan pada Ahad (26/5) di Gedung Merdeka Bandung dan resmi ditutup Menteri Pemuda dan Olah Raga Roy Suryo.

Saturday, May 18, 2013

Sejarah Singkat Pattimura

Thomas Matulessy (Kapitan Pattimura)
Nama asli dari THOMAS MATTULESY atau PATTIMURA adalah KABARESI, ia dilahirkan di tanah Maluku pada tahun 1784 dan dibesarkan dalam keluarga MATTULESY. Ketika ia dibaptis diberi nama THOMAS MATTULESY, selanjutnya setelah dewasa ia memasuki dinas kemiliteran militsi Kerajaan Inggris yang saat itu menduduki Indonesia dari tahun 1811-1817.

Karena keberaniannya didalam tugas kemiliteran militsi Kerajaan Inggris, ia mencapai pangkat SERSAN MAYOR, dan karier militernya harus berakhir karena di Eropa tengah berlangsung Revolusi Perancis, dan untuk membendung revolusi Perancis maka Indonesia harus dikembalikan kepada Belanda.

Monday, April 22, 2013

Tidore, Kaya Obyek Wisata, Minim Fasilitas


KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA
Festival Tidore 2013 di Soasio, Tidore, Maluku Utara, Jumat (12/4/2013).
SOASIO - Ahmad Amran Togubu (70), pria kelahiran Soasio punya kenangan tak terlupakan ketika pertama kali Presiden Soekarno datang ke Tidore pada 18 Juli 1954 menggunakan kapal laut. Rakyat Tidore menyambut antusias kedatangan presiden pertama RI yang akrab disapa Bung Karno itu.

Tiba di Soasio, Tidore, Bung Karno meminta kepada rakyat Tidore yang menyambutnya untuk memekikkan kata: merdeka! sebanyak 15 kali. "Dengan semangat kita memekikkan kata merdeka! merdeka! sebanyak 15 kali," kata Ahmad, Selasa (9/4/2013) malam, dengan penuh semangat ketika ditemui di Keraton Tidore.

Monday, April 8, 2013

Misteri di Balik Penamaan Masjid Luar Batang, Jakarta

img
Syarifah/detik travel

Masjid Luar Batang, Jakarta 
Jakarta - Berada di utara Jakarta, keberadaan Masjid Keramat Luar Batang memang belum banyak yang tahu. Tapi siapa kira, masjid ini menyimpan sejarah sekaligus misteri tentang keberadaannya. Yuk, ke sana!

Bagi Anda yang belum tahu, kawasan Penjaringan di Jakarta Utara memiliki bangunan masjid yang amat terkenal sejak dahulu, yakni Masjid Keramat Luar Batang. Sesuai namanya yang keramat, masjid ini menyimpan sejarah dan cerita luar biasa.

Thursday, March 28, 2013

Festival Tidore Ditargetkan Menarik Kunjungan Turis


dok. kompas
Tari cakalele, dengan latar belakang panji-panji kebesaran Kesultanan 
Tidore, diperagakan saat upacara Hari Jadi Ke-904 Kota Tidore 
Kepulauan di lapangan Kadaton (Keraton) Tidore, Pulau Tidore, 
Maluku Utara, 12 April 2012.
JAKARTA - Festival Tidore 2013 di Tidore, Maluku Utara, 1-12 April 2013 ditargetkan mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

"Festival Tidore menjadi sarana penting dalam mempromosikan destinasi, produk-produk wisata alam, seni, budaya, adat-istiadat, sejarah, serta kuliner  sekaligus sebagai trigger untuk merangsang perekonomian rakyat setempat," kata Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Esthy Reko Astuty di Jakarta, Rabu (27/3/2013), dalam jumpa pers Festival Tidore 2013.

Wednesday, March 27, 2013

Kirab Para Bobato Digelar Kesultanan Tidore


KOMPAS/A PONCO ANGGORO
Tari cakalele, dengan latar belakang panji-panji kebesaran Kesultanan Tidore, 
diperagakan saat upacara Hari Jadi Ke-904 Kota Tidore Kepulauan di 
lapangan Kadaton (Keraton) Tidore, Pulau Tidore, Maluku Utara, (12/04-12).
TERNATE — Kesultanan Tidore, Kota Tidore, Kepulauan Maluku Utara, akan menggelar kirab para Bobato untuk menyambut Hari Jadi Tidore (HJT) ke-905.

Ia menjelaskan, setelah prosesi Dowara yang merupakan ritual untuk mengawali setiap kegiatan adat, kegiatan HJT dilanjutkan dengan Kirab Agung Kesultanan Tidore pada 1 April 2013.

"Kirab Agung Kesultanan Tidore adalah kirab para Bobato dalam struktur pemerintahan Kesultanan Tidore yang terdiri dari para menteri dalam struktur organisasi adat pemerintahan Kesultanan Tidore," katanya.

Monday, March 25, 2013

Keberagaman Budaya Ternate di Festival Legu Gam

Oleh : La Ode Aminuddin

Festival Legu Gam yang akan digelar di Ternate, Maluku Utara (Malut) tanggal 31 Maret-13 April 2013, menampilkan keragaman budaya Kesultanan Ternate, termasuk tiga kesultanan lainnya di wilayah Malut.

Tidak itu saja festival yang digelar Kesultanan Ternate bekerja sama dengan Pemkot Ternate tersebut akan menyuguhkan pula pemecahan rekor MURI untuk pembuatan nasi jaha (kuliner khas Malut) dengan panjang 10 km.

Menurut Ketua Panitia Festival Legu Gam Arifin Djafar, kegiatan budaya yang akan ditampilkan pada festival yang telah masuk dalam kalender wisata tahunan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut di antaranya ritual gam ma cahaya, yakni pawai obor mengelilingi Pulau Ternate.

Thursday, February 7, 2013

Kololi Kie, (Tradisi Ritual Adat Mengelilingi Pulau Ternate Sambil Ziarah Beberapa Makam Keramat)

PENGANTAR
Setiap penduduk asli di pulau Ternate di Provinsi Maluku Utara pasti pernah mendengar dan tahu arti dari kata “Kololi Kie” yaitu sebuah kegiatan ritual masyarakat tradisional untuk mengitari atau mengelilingi gunung Gamalama sambil menziarahi beberapa makam keramat yang ada di sekeliling pulau kecil yg memiliki gunung berapi ini.

Menurut sejarawan Leonard Andaya (dalam Reid, 1993: 28-29), bahwa ancaman berupa bencana alam yang ditimbulkan oleh sebuah gunung berapi terkadang dapat melahirkan satu tradisi yang khas. Beberapa kawasan di Asia Tenggara, termasuk di daerah Maluku Utara, gunung terutama gunung berapi aktif dianggap sebagai representasi penguasa alam.

Mengenal Potensi Wisata Ternate dan Maluku Utara

Ternate, sebuah kota pulau di Maluku Utara menyimpan berbagai potensi wisata, seperti wisata alam, budaya, wisata sejarah dan wisata bahari.  

Peninggalan kesultanan Ternate berupa kedaton dan Masjid Tua Kesultanan Ternate masih kokoh dan tegak berdiri, setegar gunung Gamalama yang mengelilingi kota pulau ini.

Sunday, February 3, 2013

Tari Maku-Maku dan Seni Ukir Tanimbar Dijadikan Warisan Nusantara

Ilustrasi: Tarian Cakalele

AMBON- Kita patut berbangga karena dari sekian banyak seni tari dan seni ukir yang ada di Indonesia terdapat seni tari dan seni ukiran tradisional asli Maluku dijadikan salah satu warisan nusantara. 

Seni tari dan seni ukir tradisional yang oleh Pemerintah Pusat dijadikan warisan nusantara ini, antara lain tarian Maku-Maku asal kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan seni ukir tradisional yakni ukiran patung Tanimbar asal Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB).

Sunday, January 27, 2013

Patua, Benteng Peninggalan Kesultanan Buton di Tomia, Wakatobi


Patua, benteng tua yang dibangun pada masa kesultanan Buton di pulau 
Tomia, Wakatobi.  Salah satu situs sejarah yang kini tak terurus dan butuh
perhatian.
oleh: Yuhandri Hardiman

PATUA, merupakan nama sebuah benteng di Tomia, Tepatnya di Desa Kollo Patua, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi. Letaknya hanya sekitar 3 km dari Kelurahan waha. Benteng Patua diperkirakan berdiri abad ke-18. Sebelum pemerintahan dipusatkan di Benteng, jauh sebelumnya telah terdapat wilayah pemukiman yang lazimnya oleh masyarakat tradisional ketika itu dikenal dengan nama Hefafoa.

Sebelum memasuki benteng, terdapat gapura sederhana bertuliskan welcome to Patua, yang belakangan baru dibuat masyarakat setempat. Untuk menjangkau benteng, bisa menggunakan ojek dan angkot. Benteng pertahanan Patua menggambarkan adanya prajurit (militer) terorganisir ketika itu, prajurit salah satu negara di Jazirah Sulawesi Tenggara dengan pusat pimpinan di Wolio. Tomia masuk dalam wilayah Bharata Kaledupa (Kahedupa) daerah otonom di Bawah Pemerintahan Kesultanan Buton. 

Monday, November 12, 2012

16 November, Malam Budaya Untuk Spirit Maluku Digelar

Ilustrasi : Malam budaya Maluku "Sagu Salempeng Patah Dua

Ambon - Direncanakan, Jumat (16/11) mendatang Persekutuan Diaspora Maluku Semarang dan Ikatan Keluarga Maluku (IKM) Jawa Tengah akan menggelar Malam Budaya Untuk Spirit MalukuTahun 2012.

Ketua tim Malam Budaya Spirit Maluku Alfred Mainassy dan sekretaris Novelia Tahalea dalam rilisnya yang diterima Siwalima, pekan kemarin mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat ikatan tali persaudaraan orang-orang Maluku di Semarang dan sekitarnya tanpa memandang  suku dan agama, yang rindu untuk “baku dapa” dan bersilaturahmi satu dengan yang lain.

Thursday, November 8, 2012

Konsep “Green School “ Ciptakan Ambon Hijau dan Bersih

Konsep “Green School “ Ciptakan Ambon Hijau dan Bersih
moluken.com
Walikota Ambon Richard Louhanenapessy, SH saat 
meninjau salah satu stand peserta kegiatan Pameran Ambon
Hijau dan Bersih yang berlangsung di Pattimura Park, 
Kamis (08/11-2012).
Ambon : Pemerintah Kota Ambon terus membuat kebijakan yang inovatif, terutama kebijakannya untuk menjadikan Ambon sebagai kota hijau dan bersih. Jika sebelumnya, Pemkot Ambon menerapkan kebijakan Jumat Berlian sebagai konsep mewujudkan Ambon bersih, kali ini terobosan menarik lagi dengan nama konsep green school, ciptakan Ambon hijau dan bersih.

Konsep ini disampaikan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, SH pada kegiatan pameran Ambon ‘hijau dan bersih’ yang berlangsung di taman budaya Pattimura Park, Kamis (08/11) pagi. Pameran ini digelar dalam rangka peringatan hari tata ruang nasional yang jatuh pada hari ini.

Tuesday, November 6, 2012

Takpala "Gunung" Pemersatu Alor

KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA
Kampung adat Takpala di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor 
Tengah, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, menjadi simbol 
pemersatusuku-suku di Alor. Suku-suku lain di Alor diperkirakan lahir 
dari perkampungan ini.
Oleh : Kornelis Kewa Ama

Takpala terletak di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Kampung ini memiliki sejarah tua sebagai pemersatu semua suku di Alor. Takpala berarti gunung sumber kekuatan dan pemersatu bagi suku-suku di Alor.

Jalan menanjak dengan kemiringan 40 derajat dan berlubang. Aspal terkelupas membentuk cekungan-cekungan kecil. Kiri-kanan jalan terdapat rumah–rumah penduduk dari bahan lokal, setengah beton. Warga cukup ramah menegur tamu yang lewat. Mereka paham, yang datang adalah turis, ke kampung adat Takpala.

Friday, October 26, 2012

Tradisi Kaul dan Abda'u di Negeri Tulehu

Atraksi Kaul Kurban di Negeri Tulehu, Maluku Tengah

Penulis: Antara/ Murizal Hamzah

Ribuan warga dari berbagai penjuru Kota Ambon memadati Negeri Tulehu, Maluku Tengah, untuk menyaksikan tradisi Kaul Negeri dan Abda'u yang dilakukan bertepatan dengan perayaan Idul Adha 1433 Hijriah, Jumat petang.

Warga dari berbagai lokasi di Ambon maupun desa-desa di Maluku Tengah, termasuk wisatawan mancanegara telah berada di Negeri Tulehu sejak pagi untuk menyaksikan prosesi tradisi adat yang rutin digelar warga desa tersebut pada hari raya kurban setiap tahun.

Wednesday, October 3, 2012

Inovasi Lokal Kampung Batik Laweyan Tembus Pasar Global

MI/Ramdani
Pengrajin Batik Laweyan Solo
SOLO- Siapa bilang Batik Solo kalah bersaing dengan produk tekstil motif batik buatan Cina? Industri batik di Kampung Batik Laweyan, Kota Solo, justru mampu menembus pasar internasional berkat inovasi produk batik lokal berorientasi global. 

"Saat ini kami tengah menjajaki kerja sama dengan Swedia khusus untuk batik serat alam. Bulan depan utusan mereka akan datang ke sini untuk melihat secara langsung kegiatan produksinya," jelas Ketua Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan, Alpha Fabela Priyatmono kepada Media Indonesia, Selasa (2/10).

Friday, September 21, 2012

2.000 Ibu Bhayangkari Tari Tortor di Medan

detik.com
Sebanyak 2.000 ibu-ibu Bhayangkari Polda Sumut melakukan tarian Tortor
secara massal bertempat di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (22/9).  Hal  
ini dilakukan untuk melestarikan budaya dan adat istiadat suku Batak.

Medan - Sebanyak 2 ribuan ibu-ibu Bhayangkara Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) menari tortor di Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (22/9/2012) pagi. Tarian massa tersebut bentuk upaya melestarikan budaya adat istiadat suku bangsa.

Saturday, September 15, 2012

Puluhan Tarian Daerah Warnai Puncak Sail Morotai

Puluhan Tarian Daerah Warnai Puncak Sail Morotai
Sail Morotai 2012, ajang promosi wisata kelautan propinsi 
Maluku Utara
Morotai: Puluhan jenis tari-tarian daerah asal Maluku Utara ditampilkan pada acara puncak Sail Morotai 2012 di Desa Juanga Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Sabtu (15/09).

Penampilan para penari pun memukau perhatian para tamu undangan. Diawali tarian Soya-soya dengan jumlah penari sebanyak 1.000 orang, tarian ini dipersembahkan kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono.